05
Feb
10

PENJELASAN MIQAT

MIQAT

Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga.

Ketuk pintu atau salam itulah yang harus diucapkan talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas – batas yang dimaksud. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu ; Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makami (batas letak tanah).

MIQAT ZAMANI

Adalah Miqat yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji itu ?. Miqat Zamani disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu.

Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.

MIQAT MAKANI

Yaitu miqat berdasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat Makani antara lain :

1. Bier Ali (disebut juga Zulhulayfah), letaknya sekitar 12 km dari Madinah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.

2. Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri – ciri Al-juhfah, miqat ini diganti dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.

3. Yalamlam, sebuah bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari arah Yaman dan Asia.

4. Qarnul Manazil, sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.

5. Zatu Irqin, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.

 Peta tempat miqat unutk Haji

Semua Miqat ditetapkan langsung oleh Nabi sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll. Namun untuk miqat Zatu Irqin terdapat dua riwayat. Menurt Bukhari miqat ini ditetapkan oleh Umar bin Khatab, sedangkan menurut riwayat Abu Daud miqat ini ditetapkan oleh Rasulallah. Sebuah Miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili didaerah itu dan lainnya yang dalam perjalanannya di Mekah melalui tempat itu. Bagi penduduk Mekah maka tempat ia mulai Ihram adalah pintu rumahnya.


9 Responses to “PENJELASAN MIQAT”


  1. 1 Kardin Gumay
    July 26, 2010 at 7:06 am

    Allahuakbar, semoga Allah memuliakan semua mahluk yang bertaqwa kepada-Nya, ….. Amin

  2. 2 soleh
    October 8, 2010 at 2:34 am

    Assalamualaikum wr wb.
    Pak ustadz mohon penjelasan mengenai miqat makani bagi haji dari tanah air yang berangkat gelombang dua yang tujuannya langsung ke Bandara king Abdul Aziz di Jeddah? dimana tempat miqat makani- nya ?? mohon pencerahannya … terimaksih sebelumnya.

  3. 4 bachtiar
    March 1, 2011 at 6:56 am

    Ass,wr.wb. Pak Soleh maupun saudaraku yabg lain, jika punya artikel tentang miqat dapat dikirimkan ke sbachid@yahoo.com
    wassalam
    bachtiar

  4. 5 qosim
    August 18, 2011 at 6:51 am

    mohon maaf, font pada kata cara capat….. pada header halaman, perlu diganti, karana huruf t berbentuk salib, yang Rasulullah memerintahkan menghilangkan semua salib.

  5. April 23, 2013 at 8:07 pm

    artikel sangat bermanfaat..terima kasih

  6. 9 Riptono
    December 9, 2013 at 4:24 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dalam perjalanan pulang dari Turki kami mencari tiket untuk umrah melalui Madinah sehingga bisa ambil miqat di Zul Hulaifah, namun tidak dapat tetapi yang kami peroleh adalah tiket Istambul-Jeddah,
    Di mana kiranya Miqat makani harus dilakukan? Mohon arahan pak Ustad. Ada catatan bahwa di pesawat Turki airline tidak disebutkan untuk bersiap-siap melalui miqat umrah.

    sukron jazilan katsiran
    Riptono


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Assalamu alaikum Wr.Wb.

Fotoku


HUBUNGI SAYA DI :

HP: 081354855985

program cepat naik haji

KATEGORY

Blog Stats

  • 471,248 hits

My Popularity (by popuri.us)


%d bloggers like this: